Selasa, 10 Januari 2012

Best Practice Pendidikan Karakter SDN Cijantung 03


CONTOH BEST PRACTICE SDN CIJANTUNG 03 PAGI
A.    Profil Sekolah
SDN Cijantung 03 pagi beralamat di Jalan  Raden Ahmad Fadillah Nomor 1 komplek Kesatrian Ahmad Yani kelurahan Cijantung kecamatan Pasar Rebo kota Administrasi Jakarta Timur kode POS 13760. Jumlah murid 417 siswa yang terdiri dari 12 rombongan belajar masuk sekolah untuk kelas I dan II masuk pukul 06.30 – 10.00 untuk kelas III dan IV masuk pukul 10.00 – 15.00 dan untuk kelas V dan VI masuk pukul 06.30 – 15.00 dengan standar akreditasi A dan memiliki tenaga pendidik 12 orang guru kelas, 6 orang guru mata pelajaran, 3 orang penjaga sekolah dan 1 orang Satpam sekolah.
Gambar 1 : Tampak depan SDN Cijantung 03 Pagi
 
 
Gambaran SDN Cijantung 03 Pagi didirikan pada tahun 1972 dan digunakan tahun 1974 dengan luas tanah 3.497,02 m2, luas bangunan 2.184 m2 ( 3 lantai ) dengan status tanah milik Angkatan Darat sedangkan bangunan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari 1 ruang Kapala Sekolah, 1 ruang Guru, 8 ruang kelas,
1 ruang UKS, 1 ruang  laboratorium, 1 ruang komputer, 1 ruang koperasi, 1 ruang perpustakaan, 1 unit mushola, 1 unit gereja, 1 ruang komite, 1 unit sanggar pramuka, 1 gudang, 1 unit kantin sekolah dan 1 unit kantin kejujuran dan 1 unit POS satpam.
 
 Sedangkan untuk sarana penunjang terdapat kebun tanaman Obat keluarga, Taman lalulintas, kolam ternak ikan, kandang Ayam, Taman kolam Visi Misi Sekolah, Tangga Refleksi, Kumbung budidaya jamur Tiram, Kebun pertanian dan 3 unit komposting.


Gambar 2 : Kumbung Budidaya Jamur Tiram
 
 





B. Tahap Perencanaan
Prosedur/langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Sosialisasasi
Dengan adanya kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menetapkan SDN Cijantung 03 Pagi sebagai sekolah rintisan pendidikan karakter, tim Pusat Kurikulum memberikan sosialisasi kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk menyamakan persepsi tentang konsep pendidikan karakter. Materi sosialisasi antara lain menyangkut kebijakan Kemdiknas, konsep pendidikan karakter serta bagaimana mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam KTSP.
Kemudian sosialisasi dilanjutkan oleh sekolah secara mandiri dengan melibatkan komite sekolah serta orang tua. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi di antara pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di lingkungan SDN Cijantung 03 Pagi Jakarta.

2. Pengembangan dokumen kurikulum yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter
Pengembangan kurikulum diawali dengan melakukan analisis konteks dilakukan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan pada SDN Cijantung 03 Pagi Jakarta, terutama yang berhubungan dengan pelaksanaan pendidikan karakter. Hasil analisis kontek memperoleh data masih kotornya WC dan sampah yang belum terkelola, kantin yang masih kotor, padahal sekolah memiliki peluang memungkinkan menjadi sekolah yang religius, disiplin, peduli lingkungan dan bersih serta berprestasi ini akan digunakan untuk menyusun dokumen I dan dokumen II kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan karakter. Berdasarkan analisis konteks ditetapkan nilai-nilai yang diprioritaskan untuk dikembangkan, yaitu religius, jujur, perilaku hidup bersih dan  disipilin serta senyum sapa salam, sopan, santun (5S). Nilai religius ditetapkan karena adanya sarana ibadah mushola, gereja dan pure, serta pendidikan disiplin berlalu lintas dikembangkan  karena sarana pendukung adanya taman lalulintas dan letak sekolah berada di tepi Jalan raya serta perilaku hidup bersih dan sehat. Proses ini merupakan lanjutan dari nilai-nilai yang sudah diterapkan selama ini.
4. Menyusun Rencana Aksi Sekolah (RAS)
Rencana aksi sekolah disusun melalui penelaahan terhadap Rencana Kerja Sekolah yang telah disusun secara komprehensif sebelumnya. Pada rencana aksi sekolah unsur-unsur yang berkaitan dengan pendidikan karakter di programkan dan di integrasikan secara khusus.
5. Workshop Penyusunan Dokumen I dan II
Tim pengembang kurikulum SDN Cijantung 03 Pagi, selanjutnya mengadakan workshop penyempurnaan dokumen I dan dokumen II yang mengintegrasikan pendidikan karakter dengan mempertimbangkan hasil analisis konteks dan Rencana Aksi Sekolah (RAS). Penyempurnaan dilakukan terhadap dokumen I kurikulum (antara lain visi, misi, dan tujuan sekolah) dan dokumen II (silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran).
Penyempurnaan terhadap dokumen I dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam rumusan visi dan misi yang didasarkan pada analisis kebutuhan sekolah, diawali dengan temuan masih rendahnya tingkat prestasi sekolah baik akademik maupun non akademik dan rendahnya tingkat kebersihan sekolah, dengan indikasi toilet bau, kotor dan gelap membawa murid-murid lebih memilih buang air kecil di belakang sekolah. Peluang kekuatan SDN Cijantung 03 Pagi sebenarnya dapat terlihat dari tempat yang strategis, memiliki sejarah nama besar sebagai sekolah unggulan dan peluang kerjasama komite sekolah yang kuat. Melalui analisis tersebut membawa warga sekolah untuk membuat penyempurnaan visi dan misi sekolah. Hasil penyempurnaan terhadap dokumen I tersebut antara lain sebagai berikut:

VISI ; Unggul dalam prestasi, berperilaku hidup bersih, sehat, berkarakter dan berakhlak mulia”
MISI:
 
1. Menanamkan keyakinan melalui pengamalan agama.
2. Mengoptimalkan pembelajaran dan bimbingan agar setiap siswa dapat  berkembang dan berkarakter.
Gambar 3 : Visi dan Misi di pajang Taman
 
3. Meningkatkan profesionalisme guru melalui pendidikan formal, pelatihan dan sertifikasi guru.
4. Menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
5. Mengembangkan IPTEK, Bahasa, Budaya, Olah Raga, Kesenian dan Kesehatan.
6. Mengenbangkan kerjasama pendidikan dan kepramukaan secara global.
7. Mengoptimalkan peran komite sekolah dan pengurus kelas dalam menunjang  program sekolah.
8. Menjalin kerjasama yang harmonis antara sekolah, lingkungan masyarakat dan corporat.
Motto : Senyum, sapa, salam, sopan, santun dan berperilaku jujur.
SDN Cijantung 03 Pagi sebagai bagian dari Pendidikan Dasar bertujuan menyiapkan peserta didik / tamatan untuk :
1.  Memiliki bekal kemampuan dasar “CALISTUNG” (3R)
2. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar serta mempersiapkan memasuki    jenjang pendidikan di SMP;
3.  Mampu berkompetisi dan mengembangkan diri di masyarakat;
4.  Menjadi warga negara yang produktif, adaftif dan kreatif.
Tujuan Sekolah tersebut diuraikan melalui strategi antara lain:
a.       Ketuntasan belajar berdasarkan KTSP  mencapai 85 dan KKM 75
b.       Prosentase siswa yang diterima di SMP ternama baik mencapai 100%.
c.        Menuju sekolah terwujudnya sekolah yang bertaraf internasional.
d.       Dapat bahasa Indaonesia yang baik dan benar dan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan.
e.        Pencapaian prestasi tertinggi dalam lomba-lomba pada tingkat kecamatan propinsi, nasional dan internasional.
f.        Pelaksanaan kegiatan aplikasi akademik, bukan akademik, sosial dan agama.
g.        Pemanfaatan IT dan multi media.
h.       Tidak terdapat siswa yang gagal belajar.
i.         Indeks prestasi kinerja guru terletak pada rentang A.
j.         Terbentuknya budaya mutu pada setiap unsur sekolah dalam mencapai Visi dan Misi.
k.       Terbentuknya pribadi yang disiplin, kreatif, inovatif, santun dan taqwa.
l.         Terbentuknya budaya karakter religius, disiplin dan perilaku hidup bersih dan sehat.
m.     Terciptanya lingkungan yang sesuai dengan 7 K (keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, kekeluargaan, kenyamanan dan kerindangan).

Penyelenggaraan pendidikan karakter di SDN Cijantung 03 Pagi Jakarta dilakukan melalui 3 (tiga) cara, yaitu:
o   Mengintegrasi ke setiap mata pelajaran
o   Melalui mata pelajaran muatan lokal
o   Melalui pengembangan diri

1.      Pengintegrasian ke Setiap Mata Pelajaran
Mengintegrasikan nilai-nilai karakter pada setiap mata pelajaran degan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai pada peserta didik akan pentingnya pendidikan karakter, sehingga diharapkan setiap peserta didik mampu menginternalisasikan nilai-nilai itu ke dalam tingkah laku sehari-hari melalui proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku. Selanjutnya kompetensi dasar yang dapat diintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dikembangkan pada silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
2.      Mengintegrasikan ke dalam Mata Pelajaran Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal meliputi Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta dan Bahasa Inggris.
Muatan Lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas, potensi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan tuntutan atas kemampuan bahasa Inggris, serta ketersediaan lahan, sarana prasarana, dan tenaga pendidik. Sasaran pembelajaran muatan lokal adalah juga pengembangan jiwa kewirausahaan dan penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan. Nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan antara lain inovasi, kreatif, berpikir kritis, eksplorasi, komunikasi, kemandirian, dan memiliki etos kerja. Nilai-nilai budaya yang dimaksud antara lain kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepekaan terhadap lingkungan, dan kerja sama.
Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Muatan Lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap muatan lokal yang diselenggarakan.
3.      Melalui Kegiatan Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri di SDN Cijantung 03 Pagi Jakarta  meliputi beragam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat siswa, seperti:
§  Kegiatan ekstra kurikuler (kewiraan melalui pramuka dan drumband, Volly, Silat dan Marawis dan Tari).
§  Kegiatan pembiasaan (kegiatan rutin melalui upacara bendera dan ibadah bersama).
§  Kegiatan terprogram melalui pesantren Ramadhan, buka puasa bersama, pelaksanaan Idul Qurban, peringatan Isro Mi’raj, Natal.
§  Keteladanan melalui pembinaan ketertiban pakaian seragam anak sekolah (PAS), pembinaan kedisiplinan, penanaman nilai akhlak mulia, penanaman budaya minat baca, penanaman budaya bersih di kelas dan lingkungan sekolah, penanaman budaya hijau.
§  Kegiatan nasionalisme melalui perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, peringatan hari pahlawan, peringatan hari pendidikan nasional.
§  Kegiatan belajar di luar kelas melalui penggunaan sarana lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan kunjungan belajar serta studi banding.
Untuk mendukung semua kegiatan tersebut diberlakukan peraturan tata tertib sekolah terdiri dari : orang tua peserta didik baru harus menandatangani pernyataan untuk mematuhi Tata Tertib peserta didik baik kesanggupan mendidik di rumah sebagai teladan bagi putraputrinya juga di sekolah; adanya Tata Tertib Karyawan; Tata Tertib Perpustakaan; Tata Tertib Laboratorium; Tata Tertib Masuk Toilet; dan Sanksi Pelanggaran Tata Tertib Sekolah.

B.     Tahap Pelaksanaan
Pengembangan nilai-nilai pembentuk karakter melalui pengkondisian diperlukan sarana yang memadai. SDN Cijantung 03 Pagi melengkapi sarana ;
        1.     Sarana ibadah Mushola, Gereja dan Pure dalam rangka mengembangkan nilai religius, Siswa dibiasakan shalat dzuhur dan dhuha berjamah yang dilakukan di Mushalla secara bergantian sesuai jadwal; pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah pelajaran; membaca
Al Qur’an/Juz Amma dan terjemahannya, dan Asmaul Husna pada pagi hari; kultum
setiap Jum’at pagi yang diisi oleh peserta didik, guru ataupun dari pihak luar, membaca surat Yasin setiap Jumat pagi untuk kelas IV, V dan VI, pesantren kilat Ramadhan, pelaksanaan buka puasa bersama, pelaksanaan ‘Idul Qurban, merayakan hari-hari besar keagamaan; serta guru piket menyambut kedatangan siswa pagi hari di gerbang sekolah
sambil bersalaman dan diiringi dengan musik dan lagu- lagu bernuansa Islam dan Asmaul Husna serta lagu nasional.



 


Gambar 2 : Masjid, Gereja dan Pure ada di Sekolah tempat kegiatan Religius.
 
 













 
2. Membuat wastapel cuci tangan pada setiap depan kelas untuk mewujudkan perilaku hidup sehat, melengkapi tempat sampah yang bertuliskan sampah organik, Non Organik dan B3. Setiap ruangan sekolah baik di dalam maupun di luar dihiasi dengan kata-kata mutiara, semboyan, tulisan Asmaul Husna, ayat Alqur’an dan hadist nabi.





 


Gambar 5 : Wastapel ada tiap depan kelas
 

 




Gambar 6: Tempat sampah Organik,
                  An-organik dan B3
 
                                                                                                                            


3.     
Gambar 7 : Tanaman Vertikultur di sekolah
 
 
Mengelola lahan pertanian yang tersedia untuk menanamkan perilaku wirausaha dan pendidikan ekonomi kreatif, dimanfaatkan untuk ; Tanaman Obat Keluarga (TOGA) diantaranya : (Jahe,Sirih,Kunyit,Lengkuas, dan lain-lain); Warung Hidup diantaranya : Cabai, Bayam, dan lain-lain ; Lumbung Hidup diantaranya : Ubi kayu, Pisang, Pepaya, dan lain-lain ; Budi daya Jamur Tiram ; Vertukultur diantaranya : Sawi, kangkung dan lain-lain.
4.      Memberdayakan Kantin Sekolah  terdiri dari kantin sehat dan kantin kejujuran yang terdiri dari 5 penjaja kantin termasuk kantin kejujuran; pengelolaan kantin Sekolah cukup memadai, penjaja kantin selalu memakai celemek dan sarung tangan serta masker; Jajanan Siswa disediakan dikantin dan selalu diperiksa oleh Badan POM DKI Jakarta; Menu makanan di atur oleh kantin sehingga tidak membosankan anak peserta didik.
Gambar 8 : Kantin Sehat dan Kantin Kejujuran SDN Cijantung 03 Pagi
 

5.      Menyiapkan Tempat budidaya perikanan dan peternakan sebagai sarana sumber belajar bagi peserta didik; Ikan yang dipelihara antara lain Ikan Lele, Ikan Bawal, Kura-kura, Gurame, pemeliharaannya oleh peserta didik yang bertugas di pokja perikanan. Dan kegiatan peternakan memelihara Ayam, merpati kipas yang rutin mendapat sertifikasi bebas plu burung dari dinas peternakan.


 
 

6.     
Gambar  9 : Taman Lalulintas SDN Cijantung 03 Pagi
 
Menyiapkan Pertamanan yang terdiri dari Taman Lalu Lintas; Taman Kolam Visi dan Kolam Misi seta Tugu UKS juga tanaman hias dan pot-pot gantung yang ada di teras dan halaman sekolah. Perawatan taman dan pelaksanaan kegiatan keberhasilan meliputi seluruh halaman sekolah .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar